Arsip Kategori: Videography

Ayo baca manual dulu

SEORANG jurnalis senior tiba-tiba balik ke ruang kerja setelah pamit untuk mengambil gambar beberapa belas menit sebelumnya. Dia mengeluhkan bahwa foto-foto yang dia ambil tampak kabur. Pasti si kamera rusak atau ada tombol yang bergeser sendiri, keluhnya. Merasa tidak dimintai … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Videografi, Videography | Meninggalkan komentar

Jangan lupakan lighting

Fotografi – demikian juga videografi – tidak pernah ada seandainya tidak ada cahaya. Mungkin pernyataan ini terdengar ekstrem. Namun, begitulah adanya menurut saya. Bukankan fotografi secara harfiah bermakna menggambar atau melukis dengan cahaya. Sebagai seni dan teknologi yang merupakan perkembangan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Videography | Meninggalkan komentar

Tripod tripod tripod

TRIPOD adalah aksesori paling hebat yang bisa dibeli oleh videografer, kata seorang instruktur. Pernyataan ini sama sekali tidak berlebihan. Dengan bantuan tripod, kualitas video bisa meningkat beberapa kali lipat. Gambar menjadi stabil dan lebih enak ditonton. Dalam keadaan normal, klip … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Videography | Meninggalkan komentar

Kualitas suara juga penting

Suara 50 persen dari video, kata seorang penulis buku videografi. Penulis lain menyodorkan angka 70 persen. Mana yang benar?  Suara itu 30, 50, atau 70 persen dari keseluruhan kualitas video. Tidak ada yang salah. Menurut hemat saya, angka-angka itu hanya … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Videography | Meninggalkan komentar

Jangan salah gunakan zoom

JANGAN pernah pakai zoom, demikian kata videografer profesional ketika membahas teknik pengambilan gambar untuk pemula. Larangan tersebut sempat membuat saya bertanya-tanya. Kalau memang tombol zoom harus  dijauhi, mengapa kamera video, termasuk jenis yang paling sederhana sekalipun, dilengkapi dengan fasilitas zoom? … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Videography | Meninggalkan komentar

Kisah di balik sebuah video

Pimpinan sebuah LSM kemanusiaan di London, Inggris meminta bantuan untuk memproduksi promo video yang memperkenalkan kiprah organisasinya. Saya langsung menyanggupinya. Dengan target biaya produksi hingga nol rupiah, kami memanfaatkan perangkat keras dan lunak serta sumber daya manusia yang tersedia plus foto dan video amatir yang dikirim relawan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Videography | Tag | Meninggalkan komentar