Setiap shot punya cerita

Video yang bagus menuturkan satu cerita.

Sebagaimana cerita lisan menggunakan kata dan kalimat, video memanfaatkan shot untuk menyuguhkan cerita. Masing-masing shot idealnya menyuguhkan komponen-komponen  visual dari keseluruhan cerita.

Dengan demikian, videografer perlu mendapatkan beragam shot yang dia perlukan untuk menghasilkan suatu cerita yang utuh.

Sebut saja Anda ingin membuat video tentang seorang bocah cilik yang belajar naik sepeda. Shot yang diperlukan misalnya rupa sepeda barunya, tempat dia belajar sepeda, siapa yang mendampinginya, kejadian unik atau menarik yang terjadi selama dia bersusah payah menguasai sepeda, dan mungkin juga ekspresi wajah dan reaksi orang tua si bocah. Apa saja yang menurut anda bisa menjadi bahan cerita yang ingin anda tuturkan dengan video.

Mulai sekarang, mari kita biasakan mengambil shot dengan pertimbangan yang kuat. Apakah shot itu nantinya relevan dengan jalan dan isi cerita anda? Siapa yang perlu anda rekam? Apa saja yang anda perlu bidik? Apa yang sedang terjadi? Apakah yang akan anda shot menarik untuk diceritakan? Kalau tidak, ya ayo cari subjek lain. Jadi, setiap kali, hendak menekan tombol merah rec, anda sudah tahu pasti shot yang anda kehendaki.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Gagasan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s