Orang lain juga bisa …

RABU 22 Mei 2013 menjadi tanggal cukup penting dalam penjelajahan videografi saya. Hari itu saya menang lelang di Ebay.com untuk kamera video saku Kodak Zi10 dengan harga US$2,78. Jika dikonversikan ke rupiah, harga itu kurang dari Rp28.000.

Ketika saya tergerak untuk membuat catatan ini, si penjual sedang mempersiapkan kamera tersebut untuk pengiriman per pos dari negara bagian California, AS. zi10Meski demikian, dari listing, saya sudah tahu barang elektronik itu bekas. …used but in good condition, bekas tapi dalam kondisi bagus, tulis si penjual yang memiliki feedback score 100% positif. Jadi, saya ikut nge-bid dengan hati enteng. Dari starting bid 99 sen, saya pasang US$7 plus ongkos kirim US$5 yang dipatok oleh si penjual.

Alhamdulillah, akhirnya kamera saku itu menjadi hak saya. Setidaknya alat tersebut akan menambah kesempatan saya belajar merekam video dengan kamera saku, dan sekaligus menjadi cadangan untuk kamera Kodak Zi8 yang sudah tiga tahun menemani saya (juga dibeli bekas lewat Ebay).

Ketika membayar barang tersebut, saya kembali teringat akan pertanyaan tiba-tiba seseorang yang pernah sama-sama bekerja di suatu lembaga pemberitaan di Inggris pada awal tahun 2011.

“Serius Anda punya kamera Zi8?” tanya si teman dengan nada bicara orang yang sulit percaya bahwa orang sekelas saya benar-benar punya barang semacam itu.

“Ya. Bekas dari Ebay,” begitu jawab saya kurang lebih saat itu.

Si penanya terdiam. Dan percakapan pun ditutup begitu saja, semisterius cara kontak verbal itu dibuka. Tidak ada prolog, tidak ada epilog, bahkan tanpa konteks apa pun ketika pertanyaan itu tiba-tiba disodorkan ke wajah saya. Hingga hari ini terus terang saya tidak bisa menemukan motif si teman mendadak mengajukan pertanyaan personal semacam itu.

Ekstra tinggi

Dalam insiden terpisah, ada pengalaman lain yang juga tidak terlupakan terkait dengan kamera saku Kodak Zi8. Seorang kawan lain yang juga bekerja di lembaga media pemberitaan yang sama tiba-tiba menghampiri staf administrasi dan langsung menanyakan keberadaan kamera video — juga Zi8 — inventaris kantor.

Bekerja di meja tak jauh dari tempat si personel administrasi, saya sempat menjadi tidak enak. Apalagi, kamera Zi8 — milik saya pribadi — tergeletak di bawah monitor di hadapan mata saya.

Si staf junior sigap menjawab: “oh ada, Mbak”, seraya mengambil kunci, membuka locker penyimpanan alat-alat organik kantor, dan menyodorkan kamera saku yang dimaksud — masih dalam boks kuning khas Kodak. zi8

Saya tidak tahu kelanjutan komunikasi yang juga tanpa prolog ini. It is none of my business really. (Kalau saya ikut dengar, itu hanya karena pertanyaan awal disuarakan dengan level suara ekstra tinggi kurang dari satu meter dari telinga kiri saya)

Kedua fragmen mungkin bukanlah kejadian luar biasa dalam kehidupan kantor. Namun, muncul kesadaran baru di benak saya bahwa kamera video ukuran saku itu ternyata asset yang begitu wah dari segi harga dan prestise di mata sebagian orang, sehingga sepertinya hanya orang dari kelas tertentu punya privilege untuk bisa mengantunginya.

Saya punya pandangan berbeda. Banyak orang bisa membeli barang elektronik tersebut dalam kondisi bekas, tapi sangat bagus dengan harga relatif murah untuk ukuran orang biasa sekalipun, termasuk saya.

Mimpi saya untuk memiliki Kodak Zi8 itu bisa menjadi kenyataan, karena saya memang meminati videografi dan ada tempat seperti Ebay yang memungkinkan orang membeli barang dengan harga sangat miring.

Lebih dari itu akses ke produk teknologi dan juga kesempatan belajar untuk bisa memanfaatkannya kini semakin terbuka untuk siapa saja – tentu asalkan ada kemauan dan usaha. Man jadda wajada من جدّ وجد. Where there’s a will, there’s a way. Wallahu ‘alam.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Panepen dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s