Minimum tujuh detik

KALAU anda rekam subjek anda setidaknya selama tujuh detik, bisa dipastikan shot yang anda dapat cukup panjang untuk diedit, demikian kata seorang videografer berita kawakan.

Misalkan, Anda mengambil gambar orang sedang memacu sepeda gunung di tanjakan. Tekan tombol rec dan jangan tekan lagi setidaknya tujuh detik kemudian.

Sebagian videografer profesional lain lebih royal jika anda merekam aksi yang bisa diulang alias bukan aksi spontanitas. Misal saja petugas yang sedang membersihkan prasasti  marmer.

Mereka menginginkan setidaknya ada lima detik sebelum dan lima detik lagi sesudah action atau adegan yang anda kehendaki. Shot utama itu sendiri disarankan minimum 10 detik.

Artinya, anda mulai tekan tombol rec kurang lebih 5 detik sebelum subject mulai direkam dan baru menekan tombol pause atau rec lagi (untuk berhenti merekam) lima detik setelah subjek/adegan yang dikehendaki terekam.

Dengan kata lain, mereka ingin ada semacam tangkai pegangan di bagian depan dan belakang shot yang anda inginkan. Bagian ekstra tersebut bisa dibuang atau masuk dalam transisi antar klip dalam proses penyuntingan, sehingga pemirsa video merasakan ada “lompatan” yang mengagetkan ketika menyaksikan karya video anda nantinya.

Teknik ini juga akan mempermudah  klip diedit, sebab  Anda bisa mengambil shot sepanjang 15 atau 10 detik dan memangkasnya menjadi klip 2 detik. Namun, hampir mustahil Anda bisa menjadikan klip 2 detik menjadi 10 detik.

Lepas dari saran yang anda pilih – minimum 7 detik atau meluangkan ekstra 5 detik di depan dan di belakang shot anda, inti tip ini adalah jangan mengambil shot terlalu pendek atau snap shot.

Dalam keadaan normal, saya pribadi mencoba membiasakan diri membiarkan camcorder mengambil shot antara 10-15 detik, bahkan lebih tergantung  panjang aksi/adegan yang direkam, sebelum menekan tombol rec atau pause.

Namun, jika kapasitas memory card dan/atau baterai sudah menipis, shot tujuh detik sudah cukup.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Rehal dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s