Kualitas suara juga penting

Suara 50 persen dari video, kata seorang penulis buku videografi. Penulis lain menyodorkan angka 70 persen.

Mana yang benar?  Suara itu 30, 50, atau 70 persen dari keseluruhan kualitas video.

Tidak ada yang salah. Menurut hemat saya, angka-angka itu hanya mencerminkan bahwa kalangan videografer professional sepakat kualitas suara sangat menentukan mutu video.

”Ketika Anda membuat video, suara itu lebih penting dari gambar,” tulis Michael Trinklein yang dua kali masuk nominasi Emmy Award.

Menurut seorang videografer, pemirsa video lebih toleran terhadap kualitas gambar  daripada kualitas suara. Maksudnya, orang umumnya lebih cepat kecewa dan meninggalkan video dengan kualitas suara yang terdengar seperti kaleng yang dikorek-korek, atau video yang diputar tanpa suara.

Dua  faktor utama yang menentukan kualitas suara untuk video: peralatan rekam (microphone) dan penempatan mic dan kamera.

Suara yang dalam batas jangkauan pendengaran mic tersebut akan terjaring dalam mic dan terekam dalam memory card atau tape. Mic semacam ini memadai untuk menghimpun suara di lokasi pengambilan gambar (nat sound, atmos,  atau ambient sound), dan merekam suara sound bite atau wawancara dalam jarak dekat.

Untuk produksi video profesional, mic internal tidak memadai.  Yang diperlukan adalah bantuan mic eksternal. Tentu dengan asumsi camcorder tersebut bisa menerima mic eksternal dan si videografer tahu cara mengoperasikan alat bantu tersebut. Dengan bantuan mic dari luar,  camcorder bisa menangkap suara lebih jernih dari jarak yang lebih jauh.

Dan, untuk memastikan audio terekam seperti diharapkan, videografer perlu memantau mic level di layar LCD dan idealnya mengenakan headphone.

Mengenai jenis, spesifikasi dan kualitas, pilihan tentu harus disesusaikan dengan keperluan dan bujet. Ada pilihan lavalier,  shotgun, directional vs omnidirectional, mono vs stereo, dst.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Videography. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s