Itu hanya film amatiran…

ANDAI tidak ada demonstrasi anarkis yang menelan korban jiwa, termasuk yang diyakini menewaskan duta besar Amerika di Libya, menurut hemat saya, reaksi banyak warga muslim terhadap film Innocence of Muslims, layak mendapat pujian.  protest di  Benghazi

Dari liputan media berita seperti VOA (12 s/d 23 September 2012), tampak kemarahan warga muslim terhadap isi (trailer) film tersebut meluap di seluruh penjuru dunia. Tidak sedikit aktivis yang selama ini memposisikan diri atau mendapat predikat liberal sekali pun sepakat bahwa kaum muslimin dalam konteks ini berhak marah.

Di beberapa tempat, ungkapan kemarahan memang tidak terbendung, dan aksi protes pun menelan korban dan menimbulkan kerusakan. Meski demikian, jelas ada banyak suara protes lain yang lebih rasional, bijak, santun, dan lebih elegan, tanpa mengurangi esensi pernyataan ketersinggungan dan kemarahan terhadap film yang merendahkan sosok Nabi Muhammad.

Sejak awal gelombang unjukrasa anti-film Innocence of Muslims, satu per satu pejabat dan ulama di negara-negara muslim mengecamnya, namun mereka serta-merta juga menekankan bahwa penolakan muslim terhadap percobaan character assassination dengan sasaran Nabi Muhammad tidak bisa menjadi alasan yang menghalalkan tindak kekerasan.

Kalau kita cermati berita-berita VOA, banyak aktivis dan warga muslim biasa juga memilih sikap tegas yang sama terhadap film yang konon punya anggaran 5 juta dollar (Rp45 miliar), namun [dari trailer] terkesan amatiran – asal comot, asal jadi.

Tampaknya ada semacam kesadaran umum bahwa video tersebut memang dirancang sebagai jebakan provokasi. Dan, senyatanya, orang-orang yang membuat dan menyebarkan video mengakui niat mereka utuk memprovokasi umat Islam, dan membuktikan “thesis” mereka bahwa muslim mengikuti ajaran agama fake (palsu), penuh ajaran kekerasan, dst., yang disebarkan oleh Nabi Muhammad.

youtubeBukannya tergerak untuk masuk perangkap provokasi kawanan pembuat film, banyak warga muslim menangkis serangan terhadap Nabi Muhammad lewat media internet.  Mereka gencar menyebarkan video tandingan, berlomba mengklik ikon “I dislike this” untuk  video Innocence of  Muslims di YouTube dan menuntut akses ke video kontroversial itu diblokir di samping ikut demonstrasi damai. Protest Yes, Violence No.

Kalau gerakan protes massal tanpa kekerasan tidak cukup untuk meredam kekhawatiran bahwa penolakan Innocence of Muslims akan menjadi ajang tindak kekerasan, masih ada lagi opsi sikap tegas, namun tetap santun dan rasional untuk membela figur Nabi Muhammad.

Seperti diwartakan VOA pada 19/9/2012, Ketua MUI Amidhan dari Jakarta mengusulkan agar kasus film ini diajukan ke meja Mahkamah internasional.  Dari Kairo, aparat kejaksaan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pembuat, pemeran, dan pendukung pembuatan film heboh tadi. 

Apakah gagasan ini mungkin ditempuh? Apakah ada jalur atau mekanisme hukum untuk memperkarakan Sam Bacile alias Nakoula Basseley Nakoula? Tidakkah cara ini bisa menelikung kebebasan berpendapat? Itu urusan pakar hukum untuk menjawabnya. Yang jelas, menurut saya pribadi, gagasan ini bagus. Kalau tindak kebencian (hatred) terhadap ras bisa dipidanakan, mengapa kebencian atau penghasutan (incitement) kebencian terhadap agama dan umat suatu agama tidak?

Dan, perlu digarisbawahi di sini, sasaran langkah hukum ini spesifik — orang-orang di balik film, bukan seluruh komunitas agama mereka dan bukan pula negara tempat mereka bermukim, Amerika Serikat.  Ini berarti penggagasnya tidak main hantam kromo, apalagi  menjatuhkan collective punishment ketika memprotes keras ulah serampangan orang-orang seperti Nakoula.

Tidak puas

Darmuhammad is  the besti mimbar masjid California, Sarajevo dan London – dan saya yakin di banyak tempat lain, imam salat Jumat juga menolak tindak kekerasan atas nama kehormatan Nabi Muhammad SAW.

Sebagai gantinya, mereka mengajak kaum muslimin untuk lebih serius meneladani gaya hidup Muhammad SAW yang luhur. Dengan cara ini, umat Islam membuktikan kepada dunia bahwa para pembuat film Innocence of Muslims mengedarkan cerita penuh fitnah, atau pinjam istilah politisi: black campaign.

Rapper muslim Amerika Lupe Fiasco berinisiatif untuk menggulirkan gagasan simpatik seperti yang dianjurkan para ulama. Lewat akun Twitter-nya,  Lupe menulis pesan-pesan seperti:

Would the prophet SAW be angry at a depiction of him? I think he’s seen worse…your playing into the hands of your enemies. #WWMD

Dari catatan sejarah, Nabi Muhammad kerap menjadi sasaran penganiayaan fisik dan verbal sepanjang hayatnya.  Namun, tidak ada satupun riwayat sahih yang menyatakan sang Nabi pernah membalas.  Sebaliknya dia selalu memaafkan. Rapper Lupe mengajak umat Islam agar gencar menyebarluaskan contoh-contoh riil kepribadian luhur Nabi Muhammad, untuk meng-counter tudingan-tudingan sangat miring dalam Innocence of Muslims. Hadapi kampanye hitam dengan kampanye putih. lupe  tweet

Walhasil, kalau tujuan orang-orang ekstrem seperti Nakoula [belakangan nama aslinya dipastikan sebagai Mark Basseley Youssef], Steve Klein dan Pastor Terry Jones adalah memprovokasi kaum muslimin, mereka pasti tidak puas dengan hasil kerja (amatiran)  mereka yang sejauh ini terbatas.  Dari laporan-laporan media, termasuk VOA, lebih banyak pemuka dan warga muslim memilih menyatakan kemarahan mereka secara damai, santun, dan cerdas.

Tampaknya mereka sudah mengambil banyak pelajaran sangat penting, tapi sangat mahal, dari kontroversi novel The Satanic Versesnya Salman Rushdie (1989), film Submission rekaan seniman film Belanda Theo van Gogh (2004), dan juga serial karikatur mencemooh Nabi Muhammad karya seniman Denmark Kurt Westergaard (2005), serta film pendek Fitna yang dirilis oleh politisi Belanda Geert Wilders (2008).  Protes dengan tindak kekerasan itu kontraproduktif!

Lantas bagaimana dengan kelompok yang sejauh ini tetap mengedepankan tindak kekerasan untuk membela Nabi dari penghujatan? Terus teranmuhmmad saw supporterg saya tidak bisa memberikan penjelasan pasti.  Saya khawatir sebagian dari mereka korban faham ekstrem. Bukankah orang berhaluan ekstrem ada dalam setiap agama dan keyakinan?  Dan, provokasi seperti film asal jadi Innocence of Muslims sudah lebih dari cukup bagi mereka untuk langsung menghantam siapa saja yang menghadang di depan mereka.

Yang tidak kalah memprihatinkan bagi saya, banyak juga muslim yang belum tahu bahwa ada beragam pilihan cara membela pemimpin dan agama mereka di luar cara kekerasan. 

Pihak-pihak yang sefaham dengan Nakoula cs tentu ingin sebanyak mungkin warga muslim masuk dalam jebakan provokasi amatiran mereka. Dengan tameng kebebasan berekspresi yang dijamin di Amerika, Nakoula bisa aman dari dakwaan sebagai provokator kerusuhan. Dan, dia bisa mencapai semua tujuan kampanye provokatifnya hanya dengan satu film amatiran.

Saya tidak tahu bagaimana silang-sengketa soal Innocence of Muslims semestinya disudahi. Bagi konsumen berita seperti saya, fakta bahwa semakin banyak muslim lantang menolak tindak kekerasan dan memilih cara yang santun dan bijak untuk membela keyakinan mereka sudah cukup menggembirakan, ketika tindak kekerasan [atas nama agama] kerap didiamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Gagasan. Tandai permalink.

5 Balasan ke Itu hanya film amatiran…

  1. Ping balik: Itu Hanya Film Amatiran… « Kontes Ngeblog VOA

  2. HAU berkata:

    Very good, well-said…, semoga reaksi dg tindak kekerasan tidak lagi menjadi trade-mark masyarakat Muslim. Amin.

  3. A Pinata berkata:

    Memang banyak cara untuk menumpahkan ketersinggungan dan kemarahan. Terimakasih Anda sudah mengingatkan saya lagi akan pentingnya menahan diri.

  4. SRI RI berkata:

    Protest lg 2,perang2 lg, darah2 lg,..sob kita sebagai genersi umat islam modren, generasi brilian,..,generasi cerdas,..apakah perlu kita perang yg hanya akan membuang waktu, tenaga , uang,bahkan nyawa mati sia2,…hanya karna emosi kita trsulut oleh org2 yg tdk bertanggung jawab,,..pesan nabi muhammad yg terakhir adlh sebuah kitab(Al-qur’an) dan sunnah nya,.. Dan tugas kita sbg org muslim setelah Ia wafat hanyalah “menyampaikan” dan saling “mengingatkan” sesama manusia,..sudah jutaan org berjuang/berperang brsama para Nabi kita,.agar Islam berdiri di muka bumi sbg agama yg DAMAI yg membawa CAHAYA,…,Dan tidak ada lagi pertumpahan DARAH,..

  5. Fursan Madani berkata:

    Akur, gan. Saya tidak akan mentolerir si pembuat video Innocence of Muslims begitu saja, tapi saya juga tidak akan berbuat anarkis atas nama agama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s